Tasyakuran Milad Ma'had Namira ke-4 dan Rapat Wali Santri
Ditulis Oleh : Dimas Eko Cahyono, M.Pd. - Senin, 22 Desember 2025
*Milad Ma’had ke-4 dan Rapat Wali Santri: Menguatkan Sinergi Bersama*
Dalam rangka memperingati Milad Ma’had ke-4, Ma’had Namira menyelenggarakan Tasyakuran Milad ke-4 dan Rapat Wali Santri Tahun 2025 dengan tema “Together Be Stronger, Stronger We Are Together”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh pengurus yayasan, dewan asatidz, wali santri, serta seluruh santri Ma’had Namira.
Acara diawali pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh MC, Sabia, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istighosah, dan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Rayhan bersama Ustadz Irfani.
Selanjutnya, laporan panitia disampaikan oleh Ustadz Dimas Eko Cahyono. Sambutan Kepala SMP Namira yang diwakilkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ustadz M Fathur Rozi, menyampaikan pesan tentang pentingnya kesinambungan pendidikan antara ma’had dan wali santri dalam membentuk karakter serta prestasi santri. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pengurus Yayasan Namira, Ibu Nabila Faza, SE, yang mengapresiasi perjalanan Ma’had Namira selama empat tahun.
Memasuki agenda utama, pemaparan dan penguatan program Ma’had disampaikan oleh Ustadzah Shela Agustin. Kegiatan dilanjutkan dengan ta’aruf wali santri serta dialog interaktif bersama Ustadz Dimas Eko Cahyono, yang berlangsung hangat dan komunikatif.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan santri dan pengumuman pemenang lomba dalam rangka Milad Ma’had ke-4. Adapun para pemenang lomba adalah:
Juara 1: Kamar An-Najm
Juara 2: Kamar An-Nur
Juara 3: Kamar Az-Zhukruf
Juara Harapan 1: Kamar An-Nisa
Juara Harapan 2: Ma’had putra
Setelah rangkaian penampilan dan pengumuman pemenang lomba, acara resmi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz M. Irfani.
Sebagai acara paling akhir dan paling mengharukan, para santri mempersembahkan sungkem kepada orang tua, khususnya para ibu, disertai dengan pemberian bunga hasil karya santri sendiri. Momen ini menjadi penutup penuh makna sebagai wujud bakti, rasa syukur, dan cinta santri kepada orang tua.